Ayah bangga sama kamu atas pencapaianmu, Nadine!
Tuesday, July 16, 2013
Ujian Nasional Nadine
Ayah bangga sama kamu atas pencapaianmu, Nadine!
Wednesday, July 25, 2012
Petunjuk Menyesatkan Tukang Parkir Cimone
Dikasih petunjuk tukang parkir Cimone, "Mas jangan ikutin jalan ini trus belok kiri, verboden...! Mendingan melawan arah minggir pelan-pelan terus belok kanan"
Wednesday, July 04, 2012
Kenapa Pesawat Makin Sering Delay Akhir-akhir Ini?
Monday, June 11, 2012
Beribadah Di Negeri Orang
Saat berada di Negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim seringkali saya susah mencari tempat untuk melakukan sholat. Kalau sudah kepepet waktu ya sedapatnya aja, kadang di pojok taman, lorong-lorong sepi atau di sembunyi dimana saja asal tidak terlihat oleh orang. Takut nanti dikira orang setress.
Pengalaman tak terlupakan adalah saat mencari tempat buat sholat disekitar stasiun kereta api Narita, Tokyo. Karena gak nemu tempat yang sepi tidak terlihat orang saya masuk ke bilik foto box depan peron stasiun. Begitu masuk menutup tirai ancang-ancang mau sholat, mesin foto otomatis itu ngoceh tiada henti dalam bahasa Jepang tentunya. Karena berisik dan takut ditanyain satpam akhirnya saya keluar dengan buru-buru...
Rupanya pendapat saya tidak berlaku oleh Omar, salah seorang teman yang tinggal di Hongkong. Di salah satu terminal subway di Prince Edward. Setelah ambil wudlu di kamar kecil, mencari tempat yang sekiranya tidak mengganggu lalu lalang orang, melihat arah kiblat dari gadgetnya lalu Omar mengeluarkan sajadah yang ternyata selalu dibawa-bawa kemanapun dia pergi. Dengan khusyuk melaksanakan kewajiban sholat dhuhur. Saya mengamati sambil mengambil gambarnya.
Menurut Omar, apa yang dilakukan adalah karena niat menunaikan shalat aja, tidak ada niat lain selain itu. Tidak perlu malu dilihat orang lain yang mungkin akan menganggap hal aneh atau gila. Pada kenyataannya saya perhatikan memang orang yang melihatnya hanya menoleh sebentar kemudian melanjutkan aktifitasnya, tidak mencurigai atau menanyakan pada kami. Selama tidak mengganggu orang, kenapa harus malu.
Hal yang kedua menurut Omar, apa yang telah dilakukan ini mungkin bisa juga dipandang sebagai aktifitas dakwah dan syiar agama. Wahhh… dapat pelajaran nih dari teman di rantau.
Thanks Bro!
Friday, May 11, 2012
Cerita Duka
Dua hari yang kelabu buat saya, shock juga mendengar musibah beruntun. Yang pertama adalah tragedi demonstrasi terbang Sukhoi Super Jet 100 hari Rabu 9/5/12 yang puing-puingnya baru ketemu hari Kamis, dimana ada dua orang yang saya kenal ikut dalam penerbangan, Capt Aan Husdiana Wiganda mantan manager operasi di perusahaan saya sebelumnya dan Maysarah salah seorang kolega satu perusahaan. Keduanya memang bukan orang-orang yang dekat tapi tetap merasa kehilangan.
Musibah yang kedua adalah adik bungsu dari Ibu mertua (om ipar) kecelakaan lalulintas di Jawa Timur, saat ini masih dalam kondisi koma. Padahal saya sudah menyiapkan rencana untuk mengajaknya tinggal dirumah kami setelah beliau selesai mengurus pensiun dini dari instansinya.
Kehendak manusia memang tidaklah sedahsyat ketentuan Tuhan. Apa yang telah digariskan oleh-Nya sekiranya harus kita renungkan. Semoga Allah memberi yang terbaik buat Om Sugeng dan selamat jalan teman-teman, mudah-mudahan disediakan tempat terbaik oleh Allah, amin…
Friday, April 06, 2012
Makna Lagu "Cublek-cublek Suweng"
Friday, March 23, 2012
Asik Bisa Nyepi di Bali
Jam 5:37 pagi di Sanur, Bali lagi seru nonton Laliga Spanyol tiba-tiba semua siaran TV kabel dan TV lokal mati semua, kecuali siaran TV dari satelit, lupa harusnya bawa antena sendiri waktu berangkat kemari. Rupanya kalau hari nyepi semua instalasi publik harus dimatikan, tak terkecuali fasilitas hotel dan bandara internasional Ngurah Rai yang biasanya buka 24 jam. Ditutup buat semua penerbangan.
Semua turis bisa merasakan sensasi unik dan suasana magis diseluruh antero pulau. Ritual yang hanya ada satu-satunya didunia. Semua kegiatan berhenti mulai dari jam 6:00 pagi sampai jam 6:00 pagi keesokan hari. Beginilah cara umat Hindu mengawali hari ditahun baru saka, perlambang dari kontemplasi perjalanan setahun kemarin, merenungi semua kekeliruan, memaafkan kemua kesalahan, mengekang hawa nafsu, menyucikan diri dengan berpuasa dan meditasi untuk memulai perjalanan masa kedepan yang tentunya masih banyak dipenuhi rintangan.
Harusnya kita bisa mencontoh umat Hindu dalam merayakan tahun baru bukan dengan pesta pora berlebihan dan kegembiraan yang gak jelas.
Dalam perayaan malam sebelum nyepi saya sempat larut dalam festival ogoh-ogoh di Semawang Sanur. Perempatan Semawang penuh dengan turis mancanegara yang ingin menyaksikan arak-arakan ogoh-ogoh simbol raksasa jahat yang pada akhirnya dibakar, dienyahkan dari lingkungan sekitar.
Yang saya salut adalah anak-anak muda Bali benar-benar berkomitmen dalam memegang teguh ajaran agama dan budaya Hindu. Walaupun mereka menggenggam iphone dan berdandan modis dalam kesehariannya tapi tetap mau latihan gamelan dan tari Bali.
Sore hari (22/03/12) menjelang hari Nyepi dua anak Bali bercengkerama didepan Ogoh-ogoh, Lokasi Semawang, Sanur, Denpasar.
Tuesday, December 27, 2011
Trans Studio Waktu Liburan (Peak Season)
Beli makan juga harus ngantri lebih dari setengah jam itupun pake berantem sama pengunjung yang belum pernah dapat training ‘Budaya Antri’. Intinya cape deh!
Beliau merasa mendapat informasi yang keliru yaitu bayar Rp150-200rb bisa naik semua wahana sepuasnya. Kenyataannya dia cuman naik satu wahana setelah berjuang antri lebih 60 menit. Sungguh mengecewakan kami yang jauh-jauh datang dari luar pulau, curhatnya.
Buat balita tempat hiburan ini nggak seimbang dengan harga tiketnya, sementara buat lansia kurang cocok.
Kayaknya pengelola Trans Studio harus pergi ke Genting Highland yang bayar cuman 60 ringgit sepuasnya, Sentosa Island atau kalau merujuk pada tempat hiburan yang pro rakyat anda harus datang ke Jatim Park Batu dengan Secret Zoo-nya atau ke Taman Safari bahkan Dunia Fantasi Ancol.
Friday, September 30, 2011
Facebook Telah Memata-matai Pemakainya?
Saturday, August 06, 2011
Hati-hati! Dermovate Cream Bukanlah Krim Pemutih Kulit
Saran teman itu datang setelah saya ceritakan keluhan saya. Beberapa tahun belakangan setelah makan makanan laut terutama udang dan kerang, badan saya sering mengalami gatal-gatal. Dikemudian hari kondisi alergi juga muncul saat makan ayam potong broiler. Begitu beli obat ini, tanpa membaca kandungan dan petunjuk pemakaian langsung saja saya pakai obat tersebut, walaupun tidak menyembuhkan alergi makanan seafood itu sendiri namun salep ini mujarab menyembuhkan iritasi luar pada kulit yang disebabkan alergi tersebut.
Tuesday, June 28, 2011
Debat Kusir Siami
Kamipun berdebat kusir. Saya dipihak Ibu Siami sementara istriku entah dipihak siapa, yang jelas bukan dipihak ibu “kejujuran” itu. Saya jelas-jelas menyalahkan guru dan wali kelas sekolah yang paling bertanggungjawab pada peristiwa itu. Setelah beradu argumen bla…bla…bla…belakangan istri saya menuduh sistem pendidikan nasional-lah yang bersalah dalam peristiwa tersebut. Hal itu sering dan lumrah terjadi di berbagai daerah lain cuman tidak terekspos saja, begitu kilahnya. Saya percaya karena pasti sumber ceritanya berasal dari kakak-kakak dan ipar-iparnya yang kesemuanya adalah guru.
Kalau anda baca ceritanya tentu akan sependapat dengan saya bahwa gurunya lah yang paling bersalah dalam kekacauan ini. Pantaslah kalau mereka menerima sanksi dari walikota Surabaya dengan dicopot jabatan fungsionalnya, walaupun pekerjaan guru itu mulia kalau melanggar tetap harus dihukum. Saya memang nggak bersih-bersih amat sih selama mengenyam bangku sekolah, maksudnya contek-mencontek diantara teman juga tidak jarang terjadi. Tapi kalo cerita tentang mencontek masal yang di otaki oleh oknum guru ala SDN Gadel II ini sepertinya baru kali ini saya mendengarnya. Debat kami makin runcing…
Diakhir diskusi saya mengulang lagi tulisan dalam artikel majalah itu kalau guru tersebut sudah menghinakan dirinya sendiri dengan mencitrakan sekolah yang dipimpinnya supaya lulus ujian semuanya. Kejujuran sebagai salah satu saka guru keberadaban sudah hilang dan diperkosa oleh kepalsuan.
Istri saya membalas janganlah bersalah sangka dulu seperti kamu dulu mengira SBY adalah pemimpin yang berhasil. What's the connection, pikir saya. Tetapi kemudian saya nyambung, bahwasannya dulu saya sering membela kebijaksanaan-kebijaksanaan beliau tapi pada akhirnya sekarang sering mengkritik habis-habisan. Tetep gak nyambung ya?
Lama terpekur saya dalam semua kata-katanya kenapa kali ini istri saya tidak sepakat dengan saya mengenai amar ma'ruf nahi mungkar. Biasanya dia paling getol menyumpah serapahi oknum-oknum dengan profesi polisi, politisi, eksekutif, yudikatif yang melakukan KKN. Begitu tiba kejadian ini pada profesi guru mengapa lain cerita?
Saya ingat-ingat lagi ketika dia bercerita bahwa kejadian seperti ini jamak terjadi di daerah lain. Sudah biasa, banyak cerita, hampir banyak guru, saya mengingat-ingat lagi… ahaa! Eureka. Saya teringat seringkali dia bercerita bahwa ayahnya yang kebetulan juga mertua saya adalah kepala sekolah sekaligus guru seringkali membiarkan atau pura-pura tidak melihat saat anak didiknya lirak-lirik jawaban bangku sebelah saat ujian. Ya itulah jawabannya kenapa kami tidak sepaham. Saya menyalahkan oknum guru dan dia membela ayahnya. Padahal ayah dan kakakku adalah guru juga. Sayapun mesam-mesem sendiri.
Kliping :
Kompas, Ibu Siami, Si Jujur yang Malah Ajur
Tempo, Nasib Ibu Siami Jujur Malah Hancur
Tuesday, May 17, 2011
Haruskah Menjebol Penjara?
Ipad saya tidak di ‘jailbreak’ karena jailbreak termasuk pembajakan piranti lunak, dan pembajakan adalah pencurian. Demikian asumsi awal saya menggunakan produk Apple beserta perusahaan afiliasinya, I-tune Store.
Tanggal 12 Mei 2011 saya dapat telepon dari bank penerbit kartu kredit saya bahwa saya telah berbelanja online di I-tune Store senilai USD99.99 (seratus dollar US kurang satu sen). Saya kaget dan menyangkalnya, kemudian mereka menyarankan agar saya membuat surat sanggahan atas transaksi tersebut. Keesokan harinya I-tune store mengirim tanda terima/receipt atas pembelian virtual coin sejumlah 275,000 (duaratus tujuhpuluh lima ribu koin) di game bernama Frisbee Forever, game gratisan yang memang saya download dan dimainkan oleh anak-anak saya yang beusia 3 sampai 10 tahun. Saya segera mengirimkan surat sanggahan ke bank penerbit kartu kredit sekaligus surat sanggahan ke I-tune Store.
Sedikit beranalisa. Anak-anak saya hampir dipastikan tidak mengetahui password saya di I-tune Store, jadi mereka tidak mungkin melakukan transaksi itu. Kemungkinan paling besar adalah saya yang melakukan transaksi tersebut walaupun saya tidak tahu dan tidak ingat kapan saya memasukkan password I-tune Store dalam rangka ber-transaksi online. Saya tidak suka bermain game online bahkan tidak pernah sekalipun bermain game online yang banyak ditawarkan di Facebook, situs yang kerap saya kunjungi. Program-program yang saya download di I-tune Store ter-install di Ipad adalah 100% program-program yang gratisan. Jadi mustahil saya membeli virtual coins di game itu, buat apaa…?
Kesimpulannya, transaksi itu saya anggap transaksi yang tidak disengaja atau transaksi yang tidak saya kehendaki.
Seperti telah kita ketahui bahwa membuat akun di I-tune Store selain memasukkan data diri dan alamat yang benar juga memerlukan nomer kartu kredit yang masih berlaku. Setiap kali download software walaupun gratis kita tetap memasukkan password akun kita, sehingga sangking terlalu seringnya memasukkan password I-tune Store mungkin saya tidak menyadari bahwa ternyata saya melakukan suatu transaksi belanja. Sehingga saya merasa sedikit terhipnotis dengan cara-cara ini.
Pengalaman rekan-rekan yang tinggal di negara paman Sam, setiap berbelanja di toko-toko dan supermarket, barang yang sudah dibeli berhak dikembalikan ke tempat dimana mereka membeli biasanya dalam waktu 7 hari bahkan tanpa alasan sekalipun. K-mart, Wall Mart, Costco, dan banyak toko-toko retail disana memberikan kebijaksanaan “A week moneyback guarantee”. Saya tidak tahu apakah I-tune Store mempunyai policy seperti ini?
Kalaupun uang saya tidak bisa dikembalikan saya ikhlaskan buat nyumbang mereka, hanya saja akan sedikit merubah asumsi saya semula menjadi, "Bila anda tidak melakukan pencurian (pembajakan) maka bersiap-siaplah untuk diambil"
Hirarki Komunikasi Saya dan (Teknologi) Blackberry
- Komunikasi dua arah dengan sifat berita yang sangat penting.
Ada berita-berita penting yang harus segera disampaikan secara cepat kepada penerima berita. Biasanya berita darurat, kematian, sakit, kecelakaan, bencana, dll. Kalau lokasinya dekat maka saya melakukannya secara face to face. Kalau jauh saya memakai telepon untuk menyampaikan berita jenis ini. Saya tidak memikirkan lagi biaya bertelepon untuk hal-hal bersifat emergency. Misalnya : Memberi tahu pihak bank untuk memblokir kartu kredit atau HP yang hilang meskipun harus memakai saluran langsung internasional. Istri saya tidak segan-segan menghubungi HP saya meskipun roaming/SLI jika ada berita-berita kematian/sakit keras keluarga atau rumah kebanjiran. Oleh karena itu telepon rumah tidak saya matikan, telepon rumah sangat penting. Banyak orang memutus saluran telepon rumahnya hanya karena telepon genggam sudah menjamur.
Untuk menghemat pulsa kalau sedang berada di negeri orang biasanya berita penting saya sampaikan via wartel atau telepon umum kartu yang rata-rata sudah menggunakan VOIP, Voice Over Internet Protocol. - Komunikasi dua atau satu arah dengan berita agak penting.Kalau dulu ada telegram untuk menyampaikan berita jenis ini, sekarang ada SMS. Anak sakit, berita perkawinan, ucapan selamat, kabar gembira, jatuh tempo bayar ini-itu cukup SMS saja. Syukur-syukur yang menerima SMS mengucapkan terimakasih atau memberitahu bahwa berita sudah diterima.
- Komunikasi dua atau satu arah dengan isi berita agak panjang bersifat agak penting atau tidak penting-penting amat.
Dulu ada surat dan kartupos sekarang bisa lewat surat elektronik. Kalau email yang saya kirim sifatnya agak penting, maka akan saya ikuti dengan mengirim SMS memberitahu supaya si penerima segera membuka email inbox-nya. Atau bisa juga saya beritahu via IM kalau ybs sedang OL. Untuk hal email saya memperlakukannya mirip surat konvensional. Saya cek inboks secara berkala sortir, baca dan balas yang perlu. Saya juga memakai filter spam dan junk mail jadi mohon maaf kalau ada email yang tidak sampai karena terfilter oleh mereka.
Karena memperlakukan email secara konvensional itu maka saya memakai fitur pull email (bukan push email) dari HP dan PC saya. - Komunikasi Instant Messenger (IM)
Moda baru komunikasi digital ini perlu kita sikapi dalam pemakaiannya. Dulu jaman MIRC atau ICQ jikalau kita online berarti kita berada didepan komputer, artinya kita siap menerima dan membalas pesan yang masuk, makanya dinamai Instant Messenger. Kalo kita tidak OL berarti jangan berharap dibalas secara instan. Itulah mengapa di YM ada ikon-ikon yang menandakan apakah kita sibuk, siap, away, OL tapi pergi dan sebagainya. Selain itu sifat pembicaraan di IM hanyalah chit-chat/obrolan ringan semata (jadi ingat ngobrol di ICQ jaman dulu yang disertai ASL? please ).
Komitmen saya di IM, kalau saya OL di Yahoo Messenger berarti saya siap ngobrol ringan dengan kawan-kawan. Artinya saya ada waktu luang untuk sekedar chatting. Sekali lagi, hanya obrolan ringan saja lho. Sehingga kalo ada koneksi yang tersendat atau diluar jangkauan tidak perlu diambil hati. Mau cuman Buzz!, Ding!, ngirim emoticon, say hi, becanda ringan, tegursapa, basabasi, disinilah tempatnya. Tapi ingat-ingat kalo sedang bekerja ya jangan chatting ya, paling tidak pasanglah status sibuk atau away, supaya saya juga tidak mengganggu anda.
Dengan adanya push email malah keliru dipakai mengirim berita dengan klasifikasi seperti SMS atau IM. Gak jarang mereka mengirim email dengan isi seperti : Ya Boss, Sip, Ok, Ouwhh begitu!, Baik Pak, dan email-email super singkat dan gak penting sejenis itu. Terutama di milist, jejaring sosial yang integrasi dengan email atau notifikasinya dikirim ke inbox email sehingga menjadikan chatting via email. Maaf, hal ini kebanyakan terjadi pada para pengguna BB yang tidak mengenal etika ber-email dan dunia internet sebelumnya. Sampai-sampai ada yang mengira inbox di facebook adalah kotak surat email mereka.
Sebaliknya, banyak nomer telepon tak dikenal mengirim via SMS berisi penawaran KTA/KPR, pinjaman bunga lunak, penawaran produk, promosi-promosi menyebalkan.
- Bertelponlah untuk berita yang super penting.
- Belajar mengklasifikasi sifat berita yang disampaikan. Misalnya: Jemput saya di stasiun Gambir tgl sekian jam sekian. Dikirim via telpon atau SMS.
- Set status IM anda sesuai dengan kondisi supaya orang lain mengerti juga kondisi anda.
- Sikapi pemakaian gadget/HP anda dengan bijaksana mis. Matikan atau set silent saat berada di meja makan, istirahat sedang beribadah. Banyak orang tidak menyukai hal seperti anda berbicara pada seseorang dengan muka tidak menghadap ke wajah lawan bicara, melainkan menghadap ke ponsel.
Wednesday, April 20, 2011
Kesan Seorang Wisatawan
Dua minggu lalu aku berkenalan dengan Abdullah bin Salman di atas pesawat dari Jeddah menuju Jakarta. Anak muda enerjik ini berangkat liburan ke Indonesia. Entah mungkin terkesan dengan cerita orang atau jatuh cinta pada kunjungan yang pertama, liburannya ini adalah kunjungan keduanya ke Indonesia. Dia yakinkan orang tua dan saudaranya untuk ikut serta. Abdullah sempat mengenyam pendidikan penerbangan di Kuala Lumpur dan sekarang berprofesi sebagai salah satu Air Traffic Controller atau pengatur lalu lintas udara di Bandara King Abdul Aziz di Jeddah, Arab Saudi.
Diatas pesawat dengan antusias dia sudah merencanakan liburannya selama dua minggu di Bandung, dan sekitarnya. Dia tunjukkan dari gadgetnya daftar itinerary dan situs-situs berbahasa arab obyek wisata yang akan dituju selama disana. Sekilas saya lihat ada Taman Cibodas, Tangkuban Perahu, Taman safari, taman buah Mekarsari dan Bandung. Pasti bakal padat acaranya. Saya sempat tawari untuk berkeliling Jakarta di hari kedatangan itu, tapi rupanya dia langsung menuju puncak sesuai rencananya.
Dua minggu berselang, saya mendapat tugas berangkat lagi ke Jeddah. Di ruang tunggu penumpang kami disapa oleh Abdullah yang juga akan pulang dengan pesawat yang sama. Wow, kebetulan yang luar biasa.
Kami kembali ngobrol di perjalanan menuju Jeddah. Saya tanyakan tentang liburannya, sepertinya acaranya sukses. Kemudian salah seorang teman menanyakan bagaimana kesan-kesannya selama di Indonesia. Tanpa basa-basi Abdulah menjawab, “Saya suka alamnya tapi tidak suka dengan system birokrasi /administrasi dan kemacetannya”. Abdullah tidak cerita detail tentang kekecewaannya, tapi saya berasumsi pasti tentang pungli, korupsi dan semacamnya.
Pengalamanku saat ditanya orang luar,”How do you like my country?”
Seringkali saya menyenangkan orang tersebut dengan menjawab : No, I don’t like it … sengaja saya berhenti sejenak melihat reaksi mukanya. Kemudian meneruskan : But I love it! dan kamipun tertawa. Padahal dalam hati apa bagusnya sih negara ini tanpa pohon kelapa, pohon pisang, gunung-gunung dan pantai pasir putih? Yang ada hanya menonjolkan infrastruktur dan sistem keteraturan. Justru ketertiban dan keteraturan inilah yang bisa dipakai sebagai nilai jual negara lain.
Kembali ke Abdullah, berbeda dengan anak muda arab yang lain, Abdullah anak muda yang santun dan jujur. Benar, walaupun sebentar mengenal dia tetapi aku bisa menilainya. Kesannya tentang Indonesia yang diungkapkan tanpa basa-basi memang begitu adanya, dan aku sangat setuju dengannya. Kalau kita tidak berubah, wisatawan-wisatawan seperti dia cukup sekali dua kali saja datang ke Indonesia karena kecewa dan kesal dengan apa yang telah dialami.
Sunday, April 17, 2011
Khairunnas Anfa’uhum Linnas
“Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yg paling banyak manfaat bagi orang lain.” Hadits ini seakan-akan mengatakan bahwa jikalau ingin mengukur sejauh mana derajat kemuliaan akhlak kita maka ukurlah sejauh mana nilai manfaat diri ini.
Monday, April 04, 2011
Hikmah Bencana di Jepang
Bencana gempa dan tsunami di Jepang memberi hikmah dan pelajaran bagi kita yang juga tinggal di daerah rawan bencana. Bangsa Jepang telah menunjukkan pada dunia bagaimana mereka menghadapi cobaan Tuhan mulai pra-bencana, menghadapi dan pasca-bencana dengan semangat pantang putus asa-nya atau dikenal juga dengan motto “Gambaru” dan “Gambatte”.
Cetak biru infrastruktur di Jepang memang didisain untuk menghadapi gempa dan tsunami mengingat letak geografisnya. Pelatihan-pelatihan menghadapi gempa sering digelar di berbagai sekolah dan kantor. Bergoyang-goyang di dalam kamar hotel kerap saya rasakan dan mereka tenang-tenang saja sebelum ada pengumuman atau sirine tanda bahaya dibunyikan. Tapi cobaan Tuhan kali ini sangatlah berkuasa dahsyatnya! Manusia memang hanya bisa berupaya.
Mengikuti perkembangan penanganan pasca bencana lewat koran dan internet juga membuat kita berdecak kagum, semua berlangsung rapi walaupun banyak hal yang menyedihkan. Ada jalan ambles yang mulus lagi dalam waktu 6 hari, Nenek yang terkurung reruntuhan selama 9 hari, aksi heroik tim Fukushima 50 dalam memperbaiki reaktor nuklir yang bocor. Pemerintah yang sekuat tenaga melindungi rakyat, dan sebaliknya rakyat yang tabah menghadapi bencana. Masih banyak cerita mengesankan di pengungsian. Saya belum pernah membaca pemerintah Jepang mengumumkan secara resmi bahwa mereka membutuhkan bantuan negara lain. Yang saya baca disurat kabar malah ucapan resmi pernyataan terimakasih dutabesar Jepang di Indonesia, luar biasa.
Menurut saya dari semua hal yang bisa diambil sebagai pelajaran adalah budaya mereka yang patut kita tiru. Budaya malu untuk korupsi, budaya rendah hati, respek pemerintah kepada rakyat pemilik negri, semangat, daya juang dan nasionalisme rakyat membuat kita harus bercermin diri. Seyogyanya semua pihak berkaca pada kejadian ini, semua hal dan tata kelola penanganan bencana yang menyangkut rencana, strategi, kebijakan, mitigasi dan solusi penanganan bencana mulai dipikirkan kembali buat menghadapi bencana mendatang.
Monday, March 07, 2011
Golden Gate dari Udara
Pemandangan udara dari ketinggian sekitar 2,000 kaki ini saya ambil dari pesawat ringan bermesin tunggal Cessna 152 pada suatu pagi yang cerah tahun 1994, bersama dengan seorang rekan.
foto sekuel berikutnya adalah foto udara pemandangan kota San Francisco. Ditengah-tengahnya yang ada persegi panjang hijau adalah taman hutan kota Golden Gate Park, taman Lincoln dan taman Presidio (bagian hijau di sebelah kiri) yang cukup terkenal. Bayangin dikota gede masih banyak hutannya.
Friday, February 04, 2011
Saturday, January 22, 2011
Hari Gini, Perlukah Saluran Telepon Rumah/PSTN (Public Switched Telephone Network)?
Saat dunia pertelekomunikasian banjir dengan beragam jenis telepon genggam ataupun fix wireless phone serta kemudahan mendapat/membeli nomer di mana saja, masihkah diperlukan saluran telepon rumah ?
Bagi saya jawabannya “YA”. Telepon rumah masih lebih dapat dipercaya tidak tergantung cuaca, sinyal, pulsa, tidak butuh listrik, murah, radiasi lebih kecil dan lebih mudah dihapal nomer teleponnya (terutama buat anak-anak). Telepon genggam sebagai penunjang mobilitas dalam berkomunikasi.
Nomer telepon rumah saya hanya diketahui oleh kantor, keluarga, saudara dan teman dekat. Jadi kebanyakan untuk komunikasi yang sifatnya penting.
Beberapa orang masih memerlukan sambungan PSTN karena berhubungan dengan urusan bisnis dan kebutuhan lain semisal bonafiditas usaha, aplikasi kartu kredit, persyaratan KPR/KPM, pemasangan internet dsb. Karena birokrasi pemasangan PSTN memerlukan identitas yang benar. Mendapatkan saluran PSTN dari Telkom tidak semudah mendapatkan sambungan telepon fix wireless sehingga jarang orang melakukan penipuan via telepon dari nomer PSTN.
Bagi saya, sambungan PSTN ini saya perlukan untuk komunikasi dua arah yang penting. Untuk hal darurat saya mengajarkan kepada anak untuk menghubungi nomer telepon rumah, mereka bisa menghubungi rumah dari telepon umum koin/kartu, wartel, bahkan meminjam pesawat telepon dari sekolah atau teman, tanpa takut merugikan pihak lain karena pulsa yang mahal.
Untuk hal-hal darurat, bencana, listrik mati, kecelakaan, kematian, penculikan (naudzubilah !) berita gawat dan lain-lain walaupun jarang terjadi, saya tetap merasa perlu memakai saluran telepon rumah. Kalau malam-malam telepon rumah berdering, artinya ada berita yang cukup penting.
Kebanyakan orang memutus saluran PSTN-nya karena nilai abonemennya yang dianggap mahal dibanding nilai pulsa HP. Bayangin Rp 38 ribu kalau beli pulsa CDMA bisa berapa menit tuh, belum lagi SMS sepuasnya.
Sekarang, tinggal bagaimana PT Telkom bersaing harga, mutu layanan dan fasilitas PSTN.
Di banyak negara lain, harga abonemen sudah termasuk gratis nelpon sesama PSTN dalam kota. Atau gratis fitur call waiting maupun fitur sms.
Banyak pula yang berpikir, nomer telepon HP gampang didapat kenapa harus pasang telepon rumah? Bagaimana dengan anda?
Saturday, January 08, 2011
HP ku Hilang.
Beberapa hari kemudian uang saya di ATM hilang Rp100 ribu dengan cara yang unik. Saya melakukan penarikan Rp900 ribu (kala itu maksimal penarikan Rp1juta) via ATM, begitu uang keluar buru-buru saya bergegas, kartu ATM lupa diambil. Keesokan hari ketika nge-print buku tabungan, ada yang mendebet Rp100ribu dari kartu ATM yang tertelan itu. Janggal tapi saling berkaitan. Dan masih banyak kejadian serupa berulang, sampai akhirnya saya yakin ada Arsitek skenario yang mengatur karma kecil ini.
Apabila dikemudian hari "kehilangan" masih terjadi, akan saya jadikan sebagai penanda bahwa ada hak orang lain yang telah aku ambil. Hanya Engkau ya Allah yang mampu menciptakan keseimbangan dalam kehidupan ini.










